Mendung

Standar

Setengah mendung

Blora menjadi sedikit gelap siang ini. Meski waktu menunjuk pukul setengah satu siang, namun panas matahari seperti absen sebentar. Udara mendadak pengap. Gerah. AC tidak banyak membantu di sini.

Aku masih di pojok meja kerjaku. Berkutat dengan pekerjaan yang mulai menumpuk. Akhir bulan selalu menjadi hari yang berat sekaligus menyenangkan. Menyenangkan karena membayangkan esok hari gajian turun. Horeee.

Hoammm… Menguap sebentar. Lalu melamun. Memandang ke luar jendela dan mulai tenggelam dalam bayangan masa lalu. Bayangan tentang dirinya. Apa kabar dia disana? Lama tak berjumpa. Seperti apa penampakannya kini? Ah.. waktu memang membuat semuanya menjadi terindukan.

Tuing – Tuing ^^

Standar

Saya sedang merasa produktif. Yei. Banyak sekali kalimat2 yang ingin saya tulis di sini, disana, dimana-mana. Hehe. Entah kenapa rasanya banyak sekali yang ingin saya bagi. Berbagai pencerahan meluncur bak bola salju, semakin lama semakin membesar.

Tapi tak ada topik yang jelas yang ingin saya bagi. Hanya semburat kata – kata yang terjalin menjadi kalimat. Haha. Seperti biasa menjadi tulisan tak penting yang hanya mengumbar kata – kata aneh yang tak berujung, bermakna. Jadi jangan berharap berlebihan dulu. Kadang apa yang kita harap tak selalu menjadi nyata. Just let it flow.. ^^

Marhaban ya Ramadhan

Standar

Yei.. Hari pertama puasa. Harapan hari ini adalah bisa menjalankan puasa dengan sebaik – bainya. Tidak terpancing emosi (stop naek darah), tidak maksiat mata (stop ngecengin cowok kece), tidak bergunjing (stop bisik – bisik tetangga) dan tidak makan serta minum (sengaja!!!). Hehe

Membandingkan puasa tahun ini dengan kemaren sepertinya tidak berbeda jauh. Di sini (Blora) antusiasme warga *ceileh, menyambut Ramadhan tidak terlalu heboh. Berjalan seperti hari – hari biasanya. Bahkan hingar bingar mercon dkk – nya berkurang drastis (say thanks to pak polisi) Hmm… tapi bagaimanapun juga saya merindukan keramaian di bulan puasa ini. Bagaimana ramainya anak – anak membangunkan orang sahur, serunya jalan pagi sehabis sahur, nikmatnya ngabuburit hingga menyenangkannya tarawih bersama – sama. Hiks… jadi kangen.

Jadi teman, bagaimana hari pertama puasamu???

Find a memory

Standar

Adakah kamu mempunyai kebiasaan menyimpan kertas bon makanan, nota pembelian, struk belanjaan, tagihan tlp ato pun sejenis itu??? Haha… Sepertinya yang mengacungkan telunjuk harus merapat dan bergabung dengan saya.Dan pada postingan kali ini saya akan bercerita tentang hal itu. Ketika sedang asik merapikan kertas – kertas struk, bon, dan lainnyayang tumpang tindih dalam dompet saya menemukan ini *liat gambar dibawah :


 

 

Karcis sobekan tanda masuk ini saya temukan nylempit diantara bon makanan dan nota pembelian barang.  Melihat karcis ini saya jadi ingat pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di pantai Parangtritis bersama dia. Hahai…

Pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat. Perjalanan curi – curi waktu liburan itu memang sangatlah singkat jadi tidak puas menikmati keindahan pantai yang mempesona . Huaaaaaaaaa…. Melihat ombak yang menggulung dan tembok karang yang berdiri kokoh membuat mata saya tak lelah menari – nari.Ketika sedang asik berfoto – foto ria gerimis mengguyur, memaksa kami berteduh dan menyudahi kesenangan itu. Hiks, jujur saya belumlah puas. Dalam hati saya berjanji akan membayar kekecewaan ini. Hehe

Mengingat Jogja tidak hanya punya Parangtritis, maka untuk kesempatan nanti, saya ingin berburu keindahan di pantai lainnya.  Pantai Depok, Pantai Sepanjang, Pantai Baron, Pantai Congot, Pantai apa lagi??? Sepertinya destinasinya sangatlah banyak. Waktu seminggu mungkin cukup. Haha.. Tapi kapan saya bisa liburan seminggu full??? Haha

My “rocky” City

Standar

Satu hal yang belum terlaksana untuk saya realisasikan adalah menulis tentang keindahan kota saya tercinta. Kota Sate. Kota Blora. Hmmm.. padahal setiap saat saya menemukan keindahannya disetiap perjalanan saya. Mungkin memang bagi sebagian orang, kota kecil saya ini sangatlah panas dan sepi hiburan. Terlampau terik untuk ukuran kota yang kaya jati ini dan terlampau kering untuk orang – orang yang dahaga akan hiburan. Saya pun kadang bingung memilih tempat berlibur disini. Arena rekreasi sedikit. Paling tau hanya Alun – alun, Waduk Tempuran dan Taman Sarbini (ketiganya saya hapal luar kepala). Untuk tempat rekreasi lainnya memang ada, seperti Goa Terawang, Waduk Greneng, Loka Wisata dll (jujur saya lupa, haha). Membingungkan bila tiba saatnya weekend dan ingin berburu tempat rekreasi disini. Wisata alam mungkin sangatlah banyak, tapi sangat terkendala dengan letaknya yang entah ndelik dimana. Hmm… sungguh disayangkan, pemerintah daerah pun saya kira kurang mensosialisasikan tempat wisata disini. Sedih T__T. Yang bisa saya lakukan bila berniat jalan – jalan ke tempat wisata disini adalah bertanya kiri kanan, kalau – kalau ada yang tahu tempat rekreasi yang menarik  =D

Selain kurangnya arena rekreasi untuk warganya, (baca : wong Blora), kota Blora sekarang sangatlah panas. Jauh lebih panas dari tahu – tahun sebelumnnya. Padahl dahulu kota Blora sangatlah adem (sama dengan kota lainnya, dulu) tapi kemajuan jaman menggilas keberadaan hehijoan yang tumbuh disekeliling jalan, taman ataupun tempat lainnya. Keringnya sumber mata air sekarang memaksa pohon – pohon meranggas, bahkan mati. Tapi saya percaya, suatu saat nanti, Kota kecil saya ini akan menjadi lebih indah. Sama seperti saat kecil saya, di setiap perjalanan udara sejuk menerpa tubuh, memeluk saya dalam pesonanya ^^

Hmm.. padahal niat posting pertama ,mau menceritakan keindahan kota tercinta, eh.. malah ngelantur kemana – mana. Baiklah, mungkin lain kali saja saya uploadkan gambarnya (kalau saya tidak lupa , hehe)

Hanya cerita tak jelas

Standar

Kerjaan sudah mulai berkurang. Semangat bekerja pun sudah mulai memudar. Jadi kesimpulannya saat ini adalah waktu yang pas sekali untuk bermain2 dengan imajinasi. Atau mengamati saja. Berkeliling memandang ruang kerja yang mulai melegang ditinggal sebagian penghuninya yang memilih pulang cepat. Mulai sunyi disini, tapi alunan lagu disebrang sedikit memecah kebisuan. Hoah.. menguap sebentar. Lalu mulai meneruskan pengamatan. Hmm… 5 orang tersisa dari 9 orang yang harusnya ada. 4 orang (saya termasuk) sibuk dengan layar dihadapan masing – masing. Bu bos diruangannya saya yakin sama. Wew, penghuni bertambah satu rupanya. Si mz bercambang sudah kembali dari entah dimana tadi. Tapi sepertinya juga berakhir sama. Duduk terpekur di depan layarnya. Haha.. berinteraksi dengan layar  tema siang ini.

Dari balik kaca panas matahari terlihat sedih. Agak mendung rupanya. Meski saya tak yakin 100%, karena kaca disini menipu.  Siang ini seperti siang – siang sebelumnya. Dipojok ruangan, bercumbu dengan keybord dan mulai menulis apa saja yang keluara dari otak ini. Kadang membingungkan. Apa yang ingin dibagikan tak sama dengan apa yang dituliskan. Otak saya sedang bingung merangkai cerita rupanya.

Satu jam sebelum lonceng kebebasan berbunyi. Satu jam sebelum langkah kaki beranjak ke tempat kerja ini.

Cakep >,<

Standar

Berhubung saya sedang semangat ngetik dan males pulang*haha, maka akhirnya sehari ini saya posting banyak hal. Sebelumnya harus say thanks dulu ama Mbah Google yang selalu setia membantu saya menemukan bahan – bahan postingan *horeeee.

Kali ini saya keinget bgt pesenan adek saya untuk mencarikan lagu – lagu baru dan gambar – gambar tokoh pilm korea favoritnya. Dan akhirnya berselancaralah saya dari satu link ke link lainnya untuk mendapatkan pesanan yang diminta. Nah, ketika mengetikan key word ~Hana Kimi~ (pilm lucu yang saya juga ngakak dibuatnya) teringatlah saya dengan salah satu tokoh yang membuat saya banjir air liur, haha. Dan tokoh naas itu adalah IKUTA TOMA *yeeeeeiiii.. jingkrak2

Dan karena saya juga pengen buat yang lain banjir liur, akhirnya saya tempel pula foto2nya dibawah ini. Tadaaaa…